<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Peran Tokoh di Grey Area</title>
	<atom:link href="http://zoegian.wordpress.com/2007/10/14/peran-tokoh-di-grey-area/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://zoegian.wordpress.com/2007/10/14/peran-tokoh-di-grey-area/</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Oct 2008 08:24:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Soegianto Sastrodiwiryo</title>
		<link>http://zoegian.wordpress.com/2007/10/14/peran-tokoh-di-grey-area/#comment-49</link>
		<dc:creator>Soegianto Sastrodiwiryo</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Nov 2007 14:54:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zoegian.wordpress.com/2007/10/14/peran-tokoh-di-grey-area/#comment-49</guid>
		<description>Dear Ngurah Dharma,
buku &quot; Perjalanan Danghyang Nirartha&quot;  masih  diterbitkan oleh penerbit Bali Post, sekarang malah sudah cetakkan ke dua .
Buku ini pertama terbit 1999 , isi 268 halaman.
Bisa Anda dapatkan di tokobuku2 di Bali, atau Gramedia disana, swalayan .
Buku saya yang baru saja terbit ( Bali Post ): &quot; Perang Banjar ( 1868 ), sebuah pemberonakan para brahmana melawan kekuasaan kolonial belanda di bali utara &quot;

Sedangkan nanti Insyaallah bulan Februari sebuah novel fiksi sejarah , &quot; budak pulau surga &quot; menceritakan perbudakan perempuan bali di batavia di era kolonial - awal abad 19 - tebal 482 halaman, penerbit LKIS.


Selamat membaca,

salam,

Soegianto S.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Ngurah Dharma,<br />
buku &#8221; Perjalanan Danghyang Nirartha&#8221;  masih  diterbitkan oleh penerbit Bali Post, sekarang malah sudah cetakkan ke dua .<br />
Buku ini pertama terbit 1999 , isi 268 halaman.<br />
Bisa Anda dapatkan di tokobuku2 di Bali, atau Gramedia disana, swalayan .<br />
Buku saya yang baru saja terbit ( Bali Post ): &#8221; Perang Banjar ( 1868 ), sebuah pemberonakan para brahmana melawan kekuasaan kolonial belanda di bali utara &#8221;</p>
<p>Sedangkan nanti Insyaallah bulan Februari sebuah novel fiksi sejarah , &#8221; budak pulau surga &#8221; menceritakan perbudakan perempuan bali di batavia di era kolonial &#8211; awal abad 19 &#8211; tebal 482 halaman, penerbit LKIS.</p>
<p>Selamat membaca,</p>
<p>salam,</p>
<p>Soegianto S.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ngurah dharma</title>
		<link>http://zoegian.wordpress.com/2007/10/14/peran-tokoh-di-grey-area/#comment-48</link>
		<dc:creator>ngurah dharma</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Nov 2007 02:17:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zoegian.wordpress.com/2007/10/14/peran-tokoh-di-grey-area/#comment-48</guid>
		<description>Salam sejahtera Bpk. Soegianto,

Saat ini saya sedang mencari literatur mengenai Danghyang Nirartha, dan kebetulan sekali di internet saya dapatkan informasi bahwa Bpk pernah mengarang buku berjudul Perjalanan Danghyang Nirartha, apakah buku tersebut masih diterbitkan kira-kira dimana saya bisa memperolehnya? mohon bantuannya

Matur Suksma</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam sejahtera Bpk. Soegianto,</p>
<p>Saat ini saya sedang mencari literatur mengenai Danghyang Nirartha, dan kebetulan sekali di internet saya dapatkan informasi bahwa Bpk pernah mengarang buku berjudul Perjalanan Danghyang Nirartha, apakah buku tersebut masih diterbitkan kira-kira dimana saya bisa memperolehnya? mohon bantuannya</p>
<p>Matur Suksma</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Pejuang Atau Pengkhianat? &#171; Soegianto Sastrodiwiryo</title>
		<link>http://zoegian.wordpress.com/2007/10/14/peran-tokoh-di-grey-area/#comment-26</link>
		<dc:creator>Pejuang Atau Pengkhianat? &#171; Soegianto Sastrodiwiryo</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Nov 2007 16:16:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zoegian.wordpress.com/2007/10/14/peran-tokoh-di-grey-area/#comment-26</guid>
		<description>[...] About        Peran Tokoh di Grey&#160;Area [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] About        Peran Tokoh di Grey&nbsp;Area [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: saraswati</title>
		<link>http://zoegian.wordpress.com/2007/10/14/peran-tokoh-di-grey-area/#comment-25</link>
		<dc:creator>saraswati</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Oct 2007 17:01:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zoegian.wordpress.com/2007/10/14/peran-tokoh-di-grey-area/#comment-25</guid>
		<description>dr. Soegianto, buku biografi Prof.dr.Ngoerah segera saya kirim. Pada halaman 99 disana disebutkan siapa ketua panitia persiapan Univ. Udayana. saya juga telah mendatangi editornya Bpk I Gde Parimartha ttg perbedaan versi pada suatu tulisan lain. Bila text telah dikirim ke saya, selanjutnya juga akan sy kirimkan ke Bapak. 
Salam hormat atas sikap netral bapak dalam tulisan2/ terbitan bapak.
saraswati</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dr. Soegianto, buku biografi Prof.dr.Ngoerah segera saya kirim. Pada halaman 99 disana disebutkan siapa ketua panitia persiapan Univ. Udayana. saya juga telah mendatangi editornya Bpk I Gde Parimartha ttg perbedaan versi pada suatu tulisan lain. Bila text telah dikirim ke saya, selanjutnya juga akan sy kirimkan ke Bapak.<br />
Salam hormat atas sikap netral bapak dalam tulisan2/ terbitan bapak.<br />
saraswati</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: dbrot</title>
		<link>http://zoegian.wordpress.com/2007/10/14/peran-tokoh-di-grey-area/#comment-24</link>
		<dc:creator>dbrot</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Oct 2007 02:11:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zoegian.wordpress.com/2007/10/14/peran-tokoh-di-grey-area/#comment-24</guid>
		<description>pak Soegianto yang baik,

setelah mendapat penjelasan Bapak sekaligus membaca ulang tulisan-tulisan di atas, ternyata betul &#039;ada yang salah dalam pemahaman saya&#039;. 

Mohon maaf. :D

Tapi dalam satu sisi saya jadi senang karena apa yang saya tuduhkan di atas tidaklah benar. 

Syukurlah. :D

Selamat berjuang pak</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pak Soegianto yang baik,</p>
<p>setelah mendapat penjelasan Bapak sekaligus membaca ulang tulisan-tulisan di atas, ternyata betul &#8216;ada yang salah dalam pemahaman saya&#8217;. </p>
<p>Mohon maaf. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tapi dalam satu sisi saya jadi senang karena apa yang saya tuduhkan di atas tidaklah benar. </p>
<p>Syukurlah. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Selamat berjuang pak</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: saraswati</title>
		<link>http://zoegian.wordpress.com/2007/10/14/peran-tokoh-di-grey-area/#comment-23</link>
		<dc:creator>saraswati</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Oct 2007 17:48:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zoegian.wordpress.com/2007/10/14/peran-tokoh-di-grey-area/#comment-23</guid>
		<description>dr. soegianto, 
saya juga mengucapkan terima kasih karena telah banyak bercerita tentang penulisan sejarah. Selain itu, mungkin beberapa mantan mahasiswa beliau juga akan saya mohonkan tulisan.
saraswati</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dr. soegianto,<br />
saya juga mengucapkan terima kasih karena telah banyak bercerita tentang penulisan sejarah. Selain itu, mungkin beberapa mantan mahasiswa beliau juga akan saya mohonkan tulisan.<br />
saraswati</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: soegianto</title>
		<link>http://zoegian.wordpress.com/2007/10/14/peran-tokoh-di-grey-area/#comment-22</link>
		<dc:creator>soegianto</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Oct 2007 13:11:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zoegian.wordpress.com/2007/10/14/peran-tokoh-di-grey-area/#comment-22</guid>
		<description>@dbrot,
saudara dbrot yang baik , nampaknya Anda trelalu bersemangat menilai tulisan saya .
Jika Anda mau menarik nafas sedikit dan baca pelan pelan tulisan saya sambil mengerem sedikit emosi maka tak ada satu fasalpun atau alineapun yang mendiskreditkan atau merendahan AA Panji Tisna maupun Dr Djelantik.
Saya agak bingung bagian mananya yang Anda maksudkan.
Tapi tidak apalah , barangkali Anda memang harus dihargai karena merasa harus menegakkan keadilan dengan membantah komentar yang Anda kira tidak adil .
Tentang AA Panji Tisna saya hanya mengutip dua sumber , pertama sumber buku &quot; Bali Berjuang &quot; karangan Nyoman S Pendit yang mengangap Panji Tisna memusuhi para pejuang saat beliau menyebarkan surat himbauan untuk turun dari gerilya dengan pesawat capung ( ada fotonya ) dan buku  &quot; patih Jelantik , seorang Ksatria Buleleng &quot;, tulisan Dr Udayana Panji Tisna ( alm Sahabat kental dan  kawan baik saya , semoga TUHAN YME memberikan beliau tempat yang mulia) yang menceriterakan pada hal 186 &quot; masih pada tahun yang sama , banyak penduduk mengungsi akibat intimidasi dan aksi NICA yang makin menggila.
Keluarga Gusti dari Pengastulan mohon suaka di Puri Singaraja. Sementara kontak para pejuang dan raja masih terus berlangsung. Kaum pejuang sering secara diam diam memberikan laporan ke Puri Singaraja.&quot;
Dalam tulisan saya sebelumnya saya singkat saja bahwa menurut putera beliau AAM Udayana ayahandanya pernah menyembunyian dan melindungi para pejuang yang sedang terjepit didalam puri Agung Buleleng, tempat tinggal beliau.
Jadi soal kesan bahwa AA Panji Tisna adalah lebih memihak Belanda bukan dari diri saya tapi dari tulisan yang saya baca di Bali Berjuang ini.
Sebagai penulis sejarah saya haruslah adil dan berimbang dalam mengungkap fakta fakta apa adanya.
Saya juga bingung dengan salah satu pernyataan Anda :Saya merasakan kengototan Bapak untuk menganulir pernyataan Dr. Jelantik terhadap sikap grey Bapak AAP Tisna pada masa kemerdekaan &quot;

Beberapa kali saya baca ulang tulisan saya , tak saya jumpai bagian dimana saya menganulir.

Ada kemungkinan Anda mengira itu pendapat dan penilaian saya pribadi padahal jelas sekedar  kutipan kutipan objective dari nara sumber yang dimaksudkan untuk memberikan bahan diskusi yang memadai bagi para bloger.
Dr Djelantik misalnya menjadi lebih jelas lagi ketokohannya dizaman kemerdekaan dan sikapnya dizaman perjuangan pisik saat kita menerima sedikit penjelasan dari Sdri Bulantresna maupun dari isi surat Gst Ngurah Rai saat sebelum Puputan Margarana.
Apakah lalu dalam diskusi ini selalu harus kita tampilkan bagian bagian yang&quot; enak &quot; saja dari sisi kehidupan seorang tokoh.
Alibasyah Sentot pernah membelot kerah Belanda menjauhi Diponegoro, namun beliau tak pernah dicap sebagai penghianat sepanjang itu adalah taktik kamuflase.
Jika siapapun menjadi Raja Karangasem atau Panji Tisna maka mungkin agak &quot;delicate &quot; untuk secara terang terangan menentang Belanda. Wah Anda rupanya harus membaca tulisannya Geofrey Robinson untuk mengerti apa yang dimaksud sikap &quot; wait and see &quot; tersebut.
Makna Grey area sekedar istilah melukiskan dimana sikap sikap para tokoh tersebut berbeda beda dan tampak seakan kurang jelas , namun Ngurah Rai sangat menghargai sikap Dr Djelantik dan mengatakan : bahwa kita memilih cara jalan perjuangan masing masing.
Itu berarti Ngurah Rai mengakui Dr Djelantik ada 
dipihak yang sama dengan Ngurah Rai, yaitu menentang kolonialis Belanda , hanya caranya berbeda karena posisi di grey areanya yang sulit sebagai putera Raja Karangasem yang seyogyanya jangan sampai menyulitkan posisi ayahnya didepan penguasa belanda.
Apakah Anda berfikir bahwa sebaiknya saya hanya mengambil sumber sumber dari satu pihak saja, dan tidak boleh menampilkan tulisan dari pihak lain yang Anda anggap mengurangi kredibilitasnya.
Jika demikian mungkin diskusi ini harus ditutup saja agar tak terjadi friksi atau pro contra , atau setiap orang yang tidak sesuai dg fikiran kita maka dicap ngotot, tidak bukan ?
Karena ini akan menjauhkan kita dari kebenaran.
Saya menulis berbagai buku sejarah, dengan semangat positip bahkan kadang terasa bersemangat patriotik. Tapi itu tidak bisa disamakan dengan &quot; ngotot &quot; atau keras kepala, karena percuma saja tak ada landasan ilmiahnya.

Betapapun saya harus menghargai saudara Dbrot, walaupun nama Anda masih tersembunyi dalam kosakata dbrot.
BTW jika sempat nyelonong Gramedia di Bali, masih ada buku saya yang terakhir terbit &quot; Perang Banjar , sebuah pemberontakan para brahmana terhadap kekuasaan kolonial belanda di Bali Utara.
Dan sebuah buku lagi novel sejarah dg judul &quot; budak pulau surga &quot; akan diterbitkan oleh penerbit LKIS Yogya, menceriterakan tentang perbudakan perempuan2 bali di batavia pada peralihan abad 18 - 19 ( sudah siap cetak, 482 halaman ).


Salam sejahtera,

Soegianto Sastrodiwiryo.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@dbrot,<br />
saudara dbrot yang baik , nampaknya Anda trelalu bersemangat menilai tulisan saya .<br />
Jika Anda mau menarik nafas sedikit dan baca pelan pelan tulisan saya sambil mengerem sedikit emosi maka tak ada satu fasalpun atau alineapun yang mendiskreditkan atau merendahan AA Panji Tisna maupun Dr Djelantik.<br />
Saya agak bingung bagian mananya yang Anda maksudkan.<br />
Tapi tidak apalah , barangkali Anda memang harus dihargai karena merasa harus menegakkan keadilan dengan membantah komentar yang Anda kira tidak adil .<br />
Tentang AA Panji Tisna saya hanya mengutip dua sumber , pertama sumber buku &#8221; Bali Berjuang &#8221; karangan Nyoman S Pendit yang mengangap Panji Tisna memusuhi para pejuang saat beliau menyebarkan surat himbauan untuk turun dari gerilya dengan pesawat capung ( ada fotonya ) dan buku  &#8221; patih Jelantik , seorang Ksatria Buleleng &#8220;, tulisan Dr Udayana Panji Tisna ( alm Sahabat kental dan  kawan baik saya , semoga TUHAN YME memberikan beliau tempat yang mulia) yang menceriterakan pada hal 186 &#8221; masih pada tahun yang sama , banyak penduduk mengungsi akibat intimidasi dan aksi NICA yang makin menggila.<br />
Keluarga Gusti dari Pengastulan mohon suaka di Puri Singaraja. Sementara kontak para pejuang dan raja masih terus berlangsung. Kaum pejuang sering secara diam diam memberikan laporan ke Puri Singaraja.&#8221;<br />
Dalam tulisan saya sebelumnya saya singkat saja bahwa menurut putera beliau AAM Udayana ayahandanya pernah menyembunyian dan melindungi para pejuang yang sedang terjepit didalam puri Agung Buleleng, tempat tinggal beliau.<br />
Jadi soal kesan bahwa AA Panji Tisna adalah lebih memihak Belanda bukan dari diri saya tapi dari tulisan yang saya baca di Bali Berjuang ini.<br />
Sebagai penulis sejarah saya haruslah adil dan berimbang dalam mengungkap fakta fakta apa adanya.<br />
Saya juga bingung dengan salah satu pernyataan Anda :Saya merasakan kengototan Bapak untuk menganulir pernyataan Dr. Jelantik terhadap sikap grey Bapak AAP Tisna pada masa kemerdekaan &#8221;</p>
<p>Beberapa kali saya baca ulang tulisan saya , tak saya jumpai bagian dimana saya menganulir.</p>
<p>Ada kemungkinan Anda mengira itu pendapat dan penilaian saya pribadi padahal jelas sekedar  kutipan kutipan objective dari nara sumber yang dimaksudkan untuk memberikan bahan diskusi yang memadai bagi para bloger.<br />
Dr Djelantik misalnya menjadi lebih jelas lagi ketokohannya dizaman kemerdekaan dan sikapnya dizaman perjuangan pisik saat kita menerima sedikit penjelasan dari Sdri Bulantresna maupun dari isi surat Gst Ngurah Rai saat sebelum Puputan Margarana.<br />
Apakah lalu dalam diskusi ini selalu harus kita tampilkan bagian bagian yang&#8221; enak &#8221; saja dari sisi kehidupan seorang tokoh.<br />
Alibasyah Sentot pernah membelot kerah Belanda menjauhi Diponegoro, namun beliau tak pernah dicap sebagai penghianat sepanjang itu adalah taktik kamuflase.<br />
Jika siapapun menjadi Raja Karangasem atau Panji Tisna maka mungkin agak &#8220;delicate &#8221; untuk secara terang terangan menentang Belanda. Wah Anda rupanya harus membaca tulisannya Geofrey Robinson untuk mengerti apa yang dimaksud sikap &#8221; wait and see &#8221; tersebut.<br />
Makna Grey area sekedar istilah melukiskan dimana sikap sikap para tokoh tersebut berbeda beda dan tampak seakan kurang jelas , namun Ngurah Rai sangat menghargai sikap Dr Djelantik dan mengatakan : bahwa kita memilih cara jalan perjuangan masing masing.<br />
Itu berarti Ngurah Rai mengakui Dr Djelantik ada<br />
dipihak yang sama dengan Ngurah Rai, yaitu menentang kolonialis Belanda , hanya caranya berbeda karena posisi di grey areanya yang sulit sebagai putera Raja Karangasem yang seyogyanya jangan sampai menyulitkan posisi ayahnya didepan penguasa belanda.<br />
Apakah Anda berfikir bahwa sebaiknya saya hanya mengambil sumber sumber dari satu pihak saja, dan tidak boleh menampilkan tulisan dari pihak lain yang Anda anggap mengurangi kredibilitasnya.<br />
Jika demikian mungkin diskusi ini harus ditutup saja agar tak terjadi friksi atau pro contra , atau setiap orang yang tidak sesuai dg fikiran kita maka dicap ngotot, tidak bukan ?<br />
Karena ini akan menjauhkan kita dari kebenaran.<br />
Saya menulis berbagai buku sejarah, dengan semangat positip bahkan kadang terasa bersemangat patriotik. Tapi itu tidak bisa disamakan dengan &#8221; ngotot &#8221; atau keras kepala, karena percuma saja tak ada landasan ilmiahnya.</p>
<p>Betapapun saya harus menghargai saudara Dbrot, walaupun nama Anda masih tersembunyi dalam kosakata dbrot.<br />
BTW jika sempat nyelonong Gramedia di Bali, masih ada buku saya yang terakhir terbit &#8221; Perang Banjar , sebuah pemberontakan para brahmana terhadap kekuasaan kolonial belanda di Bali Utara.<br />
Dan sebuah buku lagi novel sejarah dg judul &#8221; budak pulau surga &#8221; akan diterbitkan oleh penerbit LKIS Yogya, menceriterakan tentang perbudakan perempuan2 bali di batavia pada peralihan abad 18 &#8211; 19 ( sudah siap cetak, 482 halaman ).</p>
<p>Salam sejahtera,</p>
<p>Soegianto Sastrodiwiryo.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Wibisono Sastrodiwiryo</title>
		<link>http://zoegian.wordpress.com/2007/10/14/peran-tokoh-di-grey-area/#comment-21</link>
		<dc:creator>Wibisono Sastrodiwiryo</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Oct 2007 12:27:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zoegian.wordpress.com/2007/10/14/peran-tokoh-di-grey-area/#comment-21</guid>
		<description>@dbrot,
&lt;blockquote&gt;Saya merasakan kengototan Bapak untuk menganulir pernyataan Dr. Jelantik terhadap sikap grey Bapak AAP Tisna pada masa kemerdekaan&lt;/blockquote&gt;

Sikap yang mana yah? Emang Dr Djelantik pernah memberi pernyataan tentang Panji Tisna?

Tolong diberi quotation supaya jelas yang mana yang dirujuk. 

Karena sejak awal rujukannya tidak jelas maka komentar selanjutnya jadi tidak valid.

@saraswati,
eh ketemu lagi disini Bu.. :-)

&lt;blockquote&gt;Apakah dr. Soegianto telah memiliki buku Prof.dr.IGNG Ngoerah sebuah biografi pendidikan? kalau dilihat dari foto di atas besar kemungkinan sudah memiliki krn foto ini adalah sampul buku tsb&lt;/blockquote&gt;

Belum Bu, Den sepuh belum punya buku itu. Kalau punya tentu sudah saya baca. Bukunya Dr Djelantik juga punya Den sepuh yang saya pinjam baca.  Adapun gambar diatas itu dari web site lain.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@dbrot,</p>
<blockquote><p>Saya merasakan kengototan Bapak untuk menganulir pernyataan Dr. Jelantik terhadap sikap grey Bapak AAP Tisna pada masa kemerdekaan</p></blockquote>
<p>Sikap yang mana yah? Emang Dr Djelantik pernah memberi pernyataan tentang Panji Tisna?</p>
<p>Tolong diberi quotation supaya jelas yang mana yang dirujuk. </p>
<p>Karena sejak awal rujukannya tidak jelas maka komentar selanjutnya jadi tidak valid.</p>
<p>@saraswati,<br />
eh ketemu lagi disini Bu.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote><p>Apakah dr. Soegianto telah memiliki buku Prof.dr.IGNG Ngoerah sebuah biografi pendidikan? kalau dilihat dari foto di atas besar kemungkinan sudah memiliki krn foto ini adalah sampul buku tsb</p></blockquote>
<p>Belum Bu, Den sepuh belum punya buku itu. Kalau punya tentu sudah saya baca. Bukunya Dr Djelantik juga punya Den sepuh yang saya pinjam baca.  Adapun gambar diatas itu dari web site lain.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: saraswati</title>
		<link>http://zoegian.wordpress.com/2007/10/14/peran-tokoh-di-grey-area/#comment-20</link>
		<dc:creator>saraswati</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Oct 2007 11:59:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zoegian.wordpress.com/2007/10/14/peran-tokoh-di-grey-area/#comment-20</guid>
		<description>dr. Soegianto, atas nama keluarga besar, dengan rasa hormat saya ucapkan terima kasih atas tawarannya. keluarga besar kami puri gerenceng dan puri pemecutan telah merestuinya. file akan kami sampaikan secara bertahap karena seperti kami sampaikan sebelumnya bahwa ditemukan data2 tercecer yang belum ditata dengan rapi. Apakah dr. Soegianto telah memiliki buku Prof.dr.IGNG Ngoerah sebuah biografi pendidikan? kalau dilihat dari foto di atas besar kemungkinan sudah memiliki krn foto ini adalah sampul buku tsb. Untuk selanjutnya kami menunggu alamat yang bisa kami hubungi. sekali lagi terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dr. Soegianto, atas nama keluarga besar, dengan rasa hormat saya ucapkan terima kasih atas tawarannya. keluarga besar kami puri gerenceng dan puri pemecutan telah merestuinya. file akan kami sampaikan secara bertahap karena seperti kami sampaikan sebelumnya bahwa ditemukan data2 tercecer yang belum ditata dengan rapi. Apakah dr. Soegianto telah memiliki buku Prof.dr.IGNG Ngoerah sebuah biografi pendidikan? kalau dilihat dari foto di atas besar kemungkinan sudah memiliki krn foto ini adalah sampul buku tsb. Untuk selanjutnya kami menunggu alamat yang bisa kami hubungi. sekali lagi terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: dbrot</title>
		<link>http://zoegian.wordpress.com/2007/10/14/peran-tokoh-di-grey-area/#comment-19</link>
		<dc:creator>dbrot</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Oct 2007 10:49:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zoegian.wordpress.com/2007/10/14/peran-tokoh-di-grey-area/#comment-19</guid>
		<description>Salam sejahtera Bapak Sastrodiwiryo. Salam kenal.

Saya merasakan kengototan Bapak untuk menganulir pernyataan Dr. Jelantik terhadap sikap grey Bapak AAP Tisna pada masa kemerdekaan. Kemudian tentang sikap pahlawan yang hanya identik dengan berjuang mengangkat senjata.

Saya tidak kenal dengan Dr. Jelantik maupun AAP Tisna. Tetapi dari tulisan di atas saya merasakan bahwa Dr. Jelantik pada masa kemerdekaan inipun telah menjadi pribadi yang cukup menonjol, selanjutnya beliau memberi penilaian positip pada AAP Tisna, tetapi Bapak ngotot seakan-akan menolak terhadap penilaian tersebut.

Mengapa Bapak ngotot, apakah Bapak dirugikan dengan pernyataan tersebut. Apakah memang Bapak sendiri tahu bahwa bapak AAP Tisna adalah musuh pada waktu itu yang berada di pihak Belanda. 

Kalau beliau (AAP Tisna) hanya diam saja, saya kira kita tidak bisa menuduh bahwa beliau adalah dipihak Belanda.  

Begini pak argumentasi saya, pak AAP Tisna pada saat itu (jaman pendudukan belanda) adalah termasuk golongan menengah ke atas. Tidak kesusahan. Jadi wajarlah jika dia wait and see. Seperti kasus golongan menengah kita, pada waktu krisis 98 kemarin khan juga tidak rame-rame turun ke jalan bukan. Nggak banyak tokoh-tokoh elit yang koar-koar bukan. Apa kalau diem berarti itu memihak yang berkuasa.

Mohon direnungkan, dalam laut dapat diduga, dalam hati siapa tahu. Belum tentu yang nampak dari luar begitu maka hatinya begitu pula. :)

Kenanglah kebaikan seseorang, lupakan kejelekannya, hidup hanya saling kasih-mengasihi. 

Saya yakin kalaupun perjuangan Bapak menang, nggak ada sih untungnya, paling-paling hanya akan memuaskan ego Bapak sendiri aja.

Berkaryalah pak untuk masa depan yang gemilang. Jangan karena kemerdekaan maka kita menjadi terpuruk seperti ini, hanya dinikmati oleh segelintir orang. 

Hidup INDONESIA Jaya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam sejahtera Bapak Sastrodiwiryo. Salam kenal.</p>
<p>Saya merasakan kengototan Bapak untuk menganulir pernyataan Dr. Jelantik terhadap sikap grey Bapak AAP Tisna pada masa kemerdekaan. Kemudian tentang sikap pahlawan yang hanya identik dengan berjuang mengangkat senjata.</p>
<p>Saya tidak kenal dengan Dr. Jelantik maupun AAP Tisna. Tetapi dari tulisan di atas saya merasakan bahwa Dr. Jelantik pada masa kemerdekaan inipun telah menjadi pribadi yang cukup menonjol, selanjutnya beliau memberi penilaian positip pada AAP Tisna, tetapi Bapak ngotot seakan-akan menolak terhadap penilaian tersebut.</p>
<p>Mengapa Bapak ngotot, apakah Bapak dirugikan dengan pernyataan tersebut. Apakah memang Bapak sendiri tahu bahwa bapak AAP Tisna adalah musuh pada waktu itu yang berada di pihak Belanda. </p>
<p>Kalau beliau (AAP Tisna) hanya diam saja, saya kira kita tidak bisa menuduh bahwa beliau adalah dipihak Belanda.  </p>
<p>Begini pak argumentasi saya, pak AAP Tisna pada saat itu (jaman pendudukan belanda) adalah termasuk golongan menengah ke atas. Tidak kesusahan. Jadi wajarlah jika dia wait and see. Seperti kasus golongan menengah kita, pada waktu krisis 98 kemarin khan juga tidak rame-rame turun ke jalan bukan. Nggak banyak tokoh-tokoh elit yang koar-koar bukan. Apa kalau diem berarti itu memihak yang berkuasa.</p>
<p>Mohon direnungkan, dalam laut dapat diduga, dalam hati siapa tahu. Belum tentu yang nampak dari luar begitu maka hatinya begitu pula. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kenanglah kebaikan seseorang, lupakan kejelekannya, hidup hanya saling kasih-mengasihi. </p>
<p>Saya yakin kalaupun perjuangan Bapak menang, nggak ada sih untungnya, paling-paling hanya akan memuaskan ego Bapak sendiri aja.</p>
<p>Berkaryalah pak untuk masa depan yang gemilang. Jangan karena kemerdekaan maka kita menjadi terpuruk seperti ini, hanya dinikmati oleh segelintir orang. </p>
<p>Hidup INDONESIA Jaya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
